Senin, 03 November 2014

Makro Ekonomi II (Mankiew)

Probably the single most important macroeconomic relationship is the Philips curve

-George Akerloff


there is always a temporary tradeoff between inflation and unemployment; there is no permanent tradeoff. the temporary tradeoff comes not from inflation per se, but from unanticipated inflation, which generally means, from a rising rate of inflation.

 -Milton Friedman

SEJARAH KURVA PHILIPS MODERN

Kurva Philips diambil dari nama belakang ekonom kelahiran New Zeland A. W. Philips. Pada tahun 1958, philips mengamati hubungan negatif antara tingkat pengangguran dan tingkat inflasi upah dalam data untuk Inggris. Kurva Philips yang digunakan para ekonom saat ini berbeda dalam tiga hal dari hubungan yang dipelajari Philips.

Pertama, kurva Philips modern mensubstitusi inflasi harga untuk inflasi ulpah. perbedaan ini tidak penting, karena inflasi harga dan inflasi upah terkait erat. dalam periode ketika upah meningkat pesat, harga-harga juga meningkat pesat.

Kedua, kurva Philips modern mencakup inflasi yang diharapkan. Penambahan ini mengacu pada hasil kerja Milton Friedman dan Edmund Phelps. dalam mengembangkan versi awal dari model informasi tak sempurna pada uahun 1980-an, kedua ekonomi ini menekankan pentingnya harapan pada penawran agregat.

Ketiga, kurva Philips modern mencakup guncangan penawaran. penyebab untuk penambahan ini adalah OPEC, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. Pada tahun 1970-an, OPEC menyebabkan kenaikan besar dalam harga minyak dunia, yang membuat para ekonom lebih menyadari pentingnya guncangan terhadap penawaran agregat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar