MASYARAKAT
KONVERGENSI MEDIA
oleh : Khikmah Rizqi Awaliyah
Konvergensi media? Terdengar asingkah kalimat tersebut di telinga Anda? Ya, mungkin bagi sebagian masyarakat masih belum begitu paham mengenai konvergensi media khususnya masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini ditulis untuk memberikan beberapa gambaran mengenai konvergensi media dan masyarakat sebagai pelaku konvergensi media.
Kementrian
Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia
merupakan raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur. Menurut
perkiraan lembaga riset digital marketing emarketing pada tahun 2018 Indonesia
akan menjadi negara dengan pengguna msarthphone terbesar keempat di dunia
setelah China, berjumlah lebih dari 100 juta orang dari total penduduk
Indonesia yeng mencapati 250 juta jiwa.
Sebelum
membahas lebih dalam mengenai konvergensi media maka harus terlebih dahulu
mengetahui pengertian dari konvergensi media itu sendiri. Apakah arti dari
konvergensi dan media itu? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
konvergensi artinya keadaan menuju ke arah satu titik, memusat. Sedangkan media
artinya alat atau dalam hal ini merupakan alat untuk berkomunikasi seperti
radio, telepon, televisi. Dengan demikian, konvergensi media dapat
didefinisikan sebagai suatu proses menggabungkan beberapa alat komunikasi
menjadi satu alat komunikasi, biasanya berbentuk digital. Hal ini dilakukan
agar mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi karena sifatnya yang
praktis. Dimana seseorang tidak harus beranjak dari keberadaannya untuk sekedar
menghidupkan salah satu dari beberapa alat komunikasi tersebut sebab semuanya
sudah ada dalam satu genggaman yang mudah digunakan dimana saja dan kapan saja,
Gadget.
Penggabungan
alat-alat komunikasi dalam ranah jurnalistik menjadi sarana untuk mempeercepat
penyampaian informasi kepada masyarakat meskipun hal tersebut akan mengurangi
fungsi dari editor. Selain itu, konvergensi media pun digunakan dengan tujuan
mendapatkan popularitas. Sebuah berita atau tulisan yang dipublikasikan secara
lebih luas diharapkan dapat dibaca oleh lebih banyak audiens atau konsumen
informasi sehingga semakin banyak yang membacanya semakin banyak pula yang
mengenal organisasi, perusahaan maupun institusi tersebut.
Seperti
halnya media massa lainnya, LPM Edents FEB Undip (Lembaga Pers Mahasiswa
Economics Students Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro) pun
tengah melakasanakan konvergensi media dimana ouptut yang dihasilkan bukan
hanya berbentuk analog seperti koran, majalah, maupun buletin tetapi juga
menghasilkan output berbentuk digital seperti alamat web yang menampilkan
berita-berita online seputar kampus dan luar kampus serta Edents TV yang menampilkan
berita berbentuk audio-visual. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
menegenai tujuan konvergensi media organisasi tersebut pun melakukan
konvergensi media dengan tujuan memperluas sasaran audiens atau pembaca sehingga
tidak terbatas pada masyarakat undip namun masyarakat luar pun dapat menikmati
produk tersebut.
Contoh produk LPM Edents FEB Undip
yang berasal dari hasil konvergensi media antara lain produk berita online dan
surat kabar/koran. Seringkali dalam pembuatan produk tersebut hanya menurunkan
satu reporter dimana reporter koran merangkap sebagai reporter berita online
sebab draft pertanyaan untuk Kordents lebih rinci dan lebih spesifik dibanding
draft pertanyaan untuk berita online. Meskipun demikian, editor masih berjalan
sebagaimana tugas dan kewajibannya.
Di sisi lain konvergensi memberikan
dampak negatif bagi aktivitas masyarakat konsumen maupun masyarakat produsen.
Bagi masyarakat konsumen menyebabkan ketidakproduktifan dalam melakukan
aktivitasnya akibat berkurangnya interaksi sosial antar individu dimana semua
informasi sudah tersedia dalam genggaman sehingga merasa tidak membutuhkan
orang lain untuk bertanya mengenai pertanyaan yang sempat terlintas di benaknya
serta enggan untuk beranjak dari keberadaannya. Sedangkan bagi masyarakat
produsen menyebabkan berkurangnya fungsi editor dan reporter, memudarnya esensi
bertatap muka langsung ketika wawancara karena lebih memilih menggunakan
wawancara online seperti wawancara via email yang menurut sebagian masyarakat
lebih mudah karena dapat dilakukan dimanapun berada.
Dampak negatif adanya konvergensi
media bagi masyarakat konsumen maupun produsen media dapat diminimalisir dengan
adanya kerjasama antar masyarakat, media maupun instansi. Masyarakat sebaiknya
dapat lebih bijaksana dalam menghadapi kemajuan teknologi dengan tidak
menyalahgunakan penggunaannya terhadap media maupun dengan adanya konvergensi
media tersebut. Begitu pula bagi media sehingga harus menjaga esensi dan fungsi
jurnalis serta menjaga kenetralannya tanpa adanya campur tangan dari pihak lain
yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat maupun memicu dampak buruk
dari sisi yang lain. Sementara itu bagi instansi disarankan agar dapat mengambil
manfaat sebaik-baiknya dari adanya konvegensi media tanpa adanya penjatuhan
nama baik pihak lain demi kepentingan pihaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar