Minggu, 28 Februari 2016

MASYARAKAT KONVERGENSI MEDIA


MASYARAKAT KONVERGENSI MEDIA
oleh : Khikmah Rizqi Awaliyah


Konvergensi media? Terdengar asingkah kalimat tersebut di telinga Anda? Ya, mungkin bagi sebagian masyarakat masih belum begitu paham mengenai konvergensi media khususnya masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini ditulis untuk memberikan beberapa gambaran mengenai konvergensi media dan masyarakat sebagai pelaku konvergensi media.  
Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur. Menurut perkiraan lembaga riset digital marketing emarketing pada tahun 2018 Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna msarthphone terbesar keempat di dunia setelah China, berjumlah lebih dari 100 juta orang dari total penduduk Indonesia yeng mencapati 250 juta jiwa.   
Sebelum membahas lebih dalam mengenai konvergensi media maka harus terlebih dahulu mengetahui pengertian dari konvergensi media itu sendiri. Apakah arti dari konvergensi dan media itu? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) konvergensi artinya keadaan menuju ke arah satu titik, memusat. Sedangkan media artinya alat atau dalam hal ini merupakan alat untuk berkomunikasi seperti radio, telepon, televisi. Dengan demikian, konvergensi media dapat didefinisikan sebagai suatu proses menggabungkan beberapa alat komunikasi menjadi satu alat komunikasi, biasanya berbentuk digital. Hal ini dilakukan agar mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi karena sifatnya yang praktis. Dimana seseorang tidak harus beranjak dari keberadaannya untuk sekedar menghidupkan salah satu dari beberapa alat komunikasi tersebut sebab semuanya sudah ada dalam satu genggaman yang mudah digunakan dimana saja dan kapan saja, Gadget.
Penggabungan alat-alat komunikasi dalam ranah jurnalistik menjadi sarana untuk mempeercepat penyampaian informasi kepada masyarakat meskipun hal tersebut akan mengurangi fungsi dari editor. Selain itu, konvergensi media pun digunakan dengan tujuan mendapatkan popularitas. Sebuah berita atau tulisan yang dipublikasikan secara lebih luas diharapkan dapat dibaca oleh lebih banyak audiens atau konsumen informasi sehingga semakin banyak yang membacanya semakin banyak pula yang mengenal organisasi, perusahaan maupun institusi tersebut.
Seperti halnya media massa lainnya, LPM Edents FEB Undip (Lembaga Pers Mahasiswa Economics Students Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro) pun tengah melakasanakan konvergensi media dimana ouptut yang dihasilkan bukan hanya berbentuk analog seperti koran, majalah, maupun buletin tetapi juga menghasilkan output berbentuk digital seperti alamat web yang menampilkan berita-berita online seputar kampus dan luar kampus serta Edents TV yang menampilkan berita berbentuk audio-visual. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya menegenai tujuan konvergensi media organisasi tersebut pun melakukan konvergensi media dengan tujuan memperluas sasaran audiens atau pembaca sehingga tidak terbatas pada masyarakat undip namun masyarakat luar pun dapat menikmati produk tersebut.
            Contoh produk LPM Edents FEB Undip yang berasal dari hasil konvergensi media antara lain produk berita online dan surat kabar/koran. Seringkali dalam pembuatan produk tersebut hanya menurunkan satu reporter dimana reporter koran merangkap sebagai reporter berita online sebab draft pertanyaan untuk Kordents lebih rinci dan lebih spesifik dibanding draft pertanyaan untuk berita online. Meskipun demikian, editor masih berjalan sebagaimana tugas dan kewajibannya.
            Di sisi lain konvergensi memberikan dampak negatif bagi aktivitas masyarakat konsumen maupun masyarakat produsen. Bagi masyarakat konsumen menyebabkan ketidakproduktifan dalam melakukan aktivitasnya akibat berkurangnya interaksi sosial antar individu dimana semua informasi sudah tersedia dalam genggaman sehingga merasa tidak membutuhkan orang lain untuk bertanya mengenai pertanyaan yang sempat terlintas di benaknya serta enggan untuk beranjak dari keberadaannya. Sedangkan bagi masyarakat produsen menyebabkan berkurangnya fungsi editor dan reporter, memudarnya esensi bertatap muka langsung ketika wawancara karena lebih memilih menggunakan wawancara online seperti wawancara via email yang menurut sebagian masyarakat lebih mudah karena dapat dilakukan dimanapun berada.
            Dampak negatif adanya konvergensi media bagi masyarakat konsumen maupun produsen media dapat diminimalisir dengan adanya kerjasama antar masyarakat, media maupun instansi. Masyarakat sebaiknya dapat lebih bijaksana dalam menghadapi kemajuan teknologi dengan tidak menyalahgunakan penggunaannya terhadap media maupun dengan adanya konvergensi media tersebut. Begitu pula bagi media sehingga harus menjaga esensi dan fungsi jurnalis serta menjaga kenetralannya tanpa adanya campur tangan dari pihak lain yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat maupun memicu dampak buruk dari sisi yang lain. Sementara itu bagi instansi disarankan agar dapat mengambil manfaat sebaik-baiknya dari adanya konvegensi media tanpa adanya penjatuhan nama baik pihak lain demi kepentingan pihaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar