Senin, 03 November 2014
Makro Ekonomi II (Mankiew)
Ketiga, kurva Philips modern mencakup guncangan penawaran. penyebab untuk penambahan ini adalah OPEC, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. Pada tahun 1970-an, OPEC menyebabkan kenaikan besar dalam harga minyak dunia, yang membuat para ekonom lebih menyadari pentingnya guncangan terhadap penawaran agregat.
Negosiasi Diri
Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro
bukanlah pillihan pertama saya dan tidak termasuk dalam rencana saya
sebelumnya. Jurusan ini merupakan jurusan ketiga yang saya pilih setelah
sosiologi UI di SBMPTN setelah mengalami kegagalan tahap pertama di SNMPTN
dimana saya hanya mempercayai UI sebagai universitas terbaik bagi saya.
Meskipun jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan bukanlah jurusan yang
diharapkan namun pilihan itu bukan sekedar untuk mencari aman. Saya memilihnya
dengan bernegosiasi kepada hati dan pemikiran saya. Mengapa saya memilih ini?
Dan di universitas ini? Baiklah saya akan menjawab pertanyaan simple tersebut.
Awalnya saya ingin menjadi sosiolog sehingga memilih sosiologi UI sebagai
pilihan pertama pada SNMPTN dan entah kenapa setelah gagal di tahap itu
tiba-tiba saya ingin sekali menjadi ekonom atau menteri perekonomian mungkin
kerena saya sangat menyukai ilmu ekonomi sehingga pada tahan kedua yaitu SBMPTN saya
memilih ekonomi islam di pilihan pertama sedangkan sosiologi saya tempatakan di
nomor du serta ekonomi pembangunan undip saya tempatkan di pilihan terakhir. Karena
dengan cara ini kesempatan saya untuk mendapatkan jurusan ekonomi sangat besar.
Kalaupun ekonomi islam dan sosiologi tidak berhasill saya dapatkan tetapi saya
masih bisa mendapatkan ekonomi di undip. Mungkin jalan untuk menjadi ekonom
atau menteri ekonomi ada di sini di Universitas Diponegoro. Meskipun sebelumnya
saya hanya melihat universitas namun ternyata hati saya berkata lain. Jurusan
itu lebih penting. Universitas bukanlah penentu kesuksesan kita namun diri kita
sendirilah yang menentukan. Cita-cita menjadi menteri ekonomi bermula karena
tiba-tiba terlintas memori tentang rasa iba saya terhadap Indonesia yang tak
pernah lepas dari ancaman kemiskinan sehingga saya ingin sekali melepaskan
Indonesia dari ancaman kemiskinan. Intinya bahwa “Aku ingin membangun
Indonesia”.
Setelah mengetahui bahwa saya diterima di Undip dan
dengan UKT yang sangat besar bagi saya dan orang tua saya yang hanya seorang
wiraswasta yang penghasilannya tidak tetap setiap bulannya, saya merasa sedih.
Namun dengan semangat yang tinggi dan niat yang lurus, orang tua saya berjanji
untuk terus mendukung saya dalam mencari ilmu dan mencapai cita-cita saya
bagaimanapun caranya dengan cara yang halal mereka dan saya akan berjuang
bersama-sama. Saya sangat terharu atas semangat dan kerja keras mereka. Saya
bertekad untuk bisa menjadi orang yang sukses untuk membahagiakan mereka dan
berusaha untuk membalas budi mereka meski tak seberapa dibandingkan
pengorbanannya selama ini terhadap anak-anaknya. Orang tua saya menabung setiap
harinya agar bisa membayar uang kuliah anaknya ini. Dan terkadang uang yang
terkumpul masih belum mencukupi untuk membayar UKT saya sehingga sampai harus
meminjam kepada orang lain. Sungguh luar biasa pengorbanan orang tua saya.
Semenjak itu, saya merasa tidak tega melihat orang
tua saya khususnya ayah yang harus tergopoh-gopoh membiayai hidup istri dan
keempat anaknya. Dimana harus mengirim uang kepada ibu saya di kampung untuk
kehidupan sehari-hari baik untuk biaya sekolah dua orang anak, membeli makan,
membayar listrik, membeli susu formula untuk satu anak balitanya dimana satu
kardus susu seharga kurang lebih 60rb untuk 2-3 hari saja, dan kebutuhan
sehari-hari lainnya. Belum lagi beliau harus mengirimi uang kepada saya untuk
menyambung hidup disini baik membayar ukt tiap semester, keperluan kuliah, membayar
tempat tinggal, makan, dan kebutuhan saya lainnya. Oleh karena itu saya
memerlukan beasisiwa yang setidaknya dapat meringankan beban orang tua saya.
Mungkin sekedar meringankan biaya hidup sehari-hari sehingga ayah tidak perlu
lagi mengirimkan uang perbulan untuk biaya hidup saya sehari-hari. Meskipun ayah
akan tetap mengirimkan uang namun tidak seberat dulu dan mungkin uang yang
dikirimkan ayah bisa saya tabung dan saya kumpulkan untuk membantu meringankan
ayah ketika membayar biaya ukt.
Rencana saya ke depan untuk yang pertama saya ingin
memperbaiki perekonomian keluarga, kemudian desa saya, dan selanjutnya dari
membangun desa semoga saya dapat memperbaiki perekonomian Indonesia. Selain
ingin menjadi ekonom atau menteri ekonomi saya juga ingin menjadi seorang
pengusaha dengan melanjutkan dan mengembangkan usaha ayah saya sebagai tukang
martabak. Jika saat ini ayah saya hanya memiliki satu pangkalan dan tidak
memiliki cabang dimanapun, kelak saya akan membangun usaha ayah saya supaya
lebih maju dan memiliki cabang di seluruh Indonesia dan dapat mengurangi pengangguran
dari usaha ini karena semakin banyak cabang maka semakin banyak tenaga kerja
yang dibutuhkan.
By : Khikmah Rizqi Awaliyah (essay KSE (Karya Salemba Empat))
Minggu, 02 November 2014
Mozaik
![]() |
Angin Malam Dalam Perjuangan
Di
balik perjuangan ada kekuatan.
Berjuang hidup dalam rumah tangga yang begitu
sederhana memang tidaklah mudah.
Banyak rintangan yang terus menghadang.
Hanya
dengan kekuatanlah perjuangan dapat mengalahkan rintangan.
Angin malam
sudah seperti teman yang selalu menemani di setiap jengkal perjuangan.
Menjadi
saksi bisu sebuah harapan yang tak pernah luntur.
Perjuangan mewujudkan harapan
dimulai dari nol dan berakhir di angka nol pula.
Bekal keteguhan dan semangat
yang tak terkira serta berani mengambil langkah menjadikan harapan semakin
dekat dengan kenyataan.
by : Khikmah R
Jumat, 21 Maret 2014
Amarah?
Khikmah Rizqi Awaliyah
Amarah..
Saat kau datang, entah apa yang
terjadi pada diri ini
Serasa buntu, tak ada sepintas
pun kebijaksanaan
Hati terbakar, dan tak ada air
yang mampu meredamkan
Kalau pun ada, itu membutuhkan
waktu yang lama untuk menemukannya
Amarah…
Kau adalah nafsu terberat yang
tak sedikit orang kesulitan mencegah
Pantaslah, bagi siapa pun yang
dapat mencegahnya disebut orang kuat yang hebat
Amarah…
Kau datang tiba-tiba maupun tidak
Yang jelas kau ada dibalik
kebencian
Muncul setelah adanya kesalahan
Kebaikan hati dan jiwa yang
tentramlah yang dapat meredamkanmu
Maka, salam tentram untukmu dari
hatiku yang menang
Semoga bisa mengalahkanmu setiap
saat
Kamis, 20 Maret 2014
Etika Ekonomi
Air Mukamu itu beku, ia akan menetes manakala kamu meminta.
lihatlah kepada siapa kamu meneteskan air mukamu itu.
keterlambatan memenuhi kebutuhan itu lebih ringan dibandingkan dengan memintanya kepada orang yang tepat.
barang siapa yang mendatangi orang kaya dan bersikap tawadhu kepadanya karena hartanya, maka telah hilang dua pertiga dari agamanya.
janganlah kamu menjadi hamba manusia, karena sesungguhnya Alloh telah menjadikanmu dalam keadaan merdeka.
janganlah engkau cari hidup untuk makan, carilah makan untuk hidup agar engkau dapat beribadah.
jika engkau gagal memperoleh dunia, maka anggaplah seperti engkau tidak menginginkannya.
sesuatu yang paling jelas adalah perencanaan yang baik.
the Worlds of Hikmah, hal: 81
_Andi Anas_
KARYA SETENGAH JALAN (poros.mahasiswa.sindo@gmail.com)
Indonesia di mata dunia dianggap
sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, Negara maritime terbesar di dunia,
Negara yang bersuku bangsa dan bahasa terbanyak serta terlengkap di dunia,
bahkan Indonesia merupakan Negara muslim terbesar di dunia dan masih banyak
lagi. ternyata dibalik kepopulerannya
indonesia memiliki berbagai problem/masalah yang memang tidak selaras dengan
keistimewaannya. Hanya karena
penghuninya yang membuat negaranya sendiri menjadi buruk.
Dilihat dari berbagai sudut pandang
masalah yang sedang terjadi di Negara ini, sepertinya belum ada cara ampuh untuk
menyelesaikannya dengan baik. Mulai dari
memperbaiki struktur perekonomian, social, pendidikan, sampai moral
bangsa ini. Semuanya seperti statis (tidak berkamuflase sedikit pun). Dari
berbagai berita yang dimuat di media, hanya
sebagian kecil yang menyuguhkan berita bahagia mengenai kondisi Negara ini. Begitu
pun mengenai berbagai kasus yang menjangkiti struktur kehidupan di Indonesia
dan yang selalu memunculkan masalah baru setelah masalah yang lain belum terselesaikan
dengan baik sehingga menjadikannya suatu hal biasa bagi masyarakatnya yang tak
lain dan yang tak bukan yaitu struktur perekonomian Negara ini.
Korupsi adalah salah satu masalah
yang dari dulu sampai saat ini belum dapat terselesaikan, bahkan terus berkelanjutan
kegenerasi selanjutnya. hal ini bukan hanya menjadi penyebab ketimpangan
perekonomian namun juga menjadikan citra pada moral bangsa ini berkurang di
mata dunia. Meskipun saat ini Indonesia
dikabarkan tidak termasuk Negara terkorup di dunia, namun ini menjadi masalah
yang harus dituntaskan. Jika terus menerus didiamkan, maka masalah ini
akan menjadi tanaman subur yang akan berbuah stiap saat.
Pendidikan moral dan karakter pada usia dini sangat membantu meminimalisir buah-buah koruptor di masa depan. Moral yang merupakan bibit permaslahan ini dikhawatirkan akan terus menjalar ke berbagai bidang. moral yang paling mendukung kemajuan bangsa adalah kejujuran. dengan sikap jujurlah kepercayaan tumbuh dan hanya dengan jujurlah keharmonisan tercipta. pemuda yang jujur merupakan calon pemimpin bangsa yang akan membawa perubahan ke arah yang lebuh baik. Oleh karena itu, sebagai pemuda jadilah pemilih yang cerdas dan jujur. Cerdas memilih pemimpin yang jujur dan berkualitas. Jujur memilih tanpa adanya unsur nepotisme. Mari kita bangun bangsa ini ke arah yang lebih baik dengan mewujudkan kesejahteraan dan keharmonisan seluruh rakyat indonesia dengan menciptakan bibit unggul berkualitas, jujur, adil, dan bijaksana. Perubahan dimulai dari hal yang terkecil. Berani memulai membuka perubahan. Salam Pemuda Bangsa Pelopor Perubahan!.
-
Tentang Indonesia
-
Kondisi indonesia
-
menjelaskan salah satu masalah ekonomi
-
Sumber masalah
-
Cara penyelesaian
-
Pera pemuda
-
Hubungan pemuda dengan pemilu
-
Hal yang mungkin selama ini mnjadi sumber
permasalahhan (jantung permasalhan).
-
tujuan
-
harapan
Selasa, 18 Maret 2014
Naungan Pengganti
seperti apa jadinya gunung tanpa adanya lereng?
bukankah tidak akan ada siang jikalau sang surya tak diciptakan
begitupun dengan cinta
tidak akan tercipta tanpa adanya kasih sayang
rembulan yang indah
bintang yang terang
dan langit malam yang hitam
lengkap tertata rapi
memberikan keninkmatan bagi mata memandang
entah malam atau siang
langit selalu meminta hiasan
memberikan keindahan
di setiap keseharian
ini memberikan jawaban
bagi orang yang beriman
siapa gerangan sang pencipta?
hatilah yang berbicara
Langganan:
Postingan (Atom)


